Dina & Rifki’s Wedding

Happy wedding dina Tubs..akhirnya hilang semua galau yang ada….moga kalian langgeng sampai akhir hayat…amiiiin

Advertisements

Image

Daftar Lagu Romantis Terbaik

Dear guys,

udah lama ga nulis disini, sampe sempet lupa password akun sendiri pula…hehehhe..

Kali ini aku mau share sedikit tentang lagu-lagu romantis versi senja. Kenapa tiba-tiba mau share lagu romantis? Semua karena sahabat tersayang mau nikah dan dia butuh list lagu-lagu romantis. Nah, pas lagi dengerin lagu-lagu ini, jadi terinspirasi buat nulis lagi deh.

Kategori romantis yang di tulis disini semua karena semua liriknya romantis. Sengaja lagu-lagu ini diambil dari berbagai jenis musik, dan berbagai era/ periode agar bisa dinikmati berbagai kalangan. Terkadang daftar lagu romantis ini sudah di rearrangement ke banyak versi. Nah, kalo daftar disini tentunya daftar yang menurut aku enak buat didenger. Selain lagu ini cocok buat valentine days, wedding party, atau anniversary day, lagu ini juga cocok banget buat nemenin ngopi-ngopi cantik bareng pacar,bisa juga buat nemenin yang lagi stress di jalan karena macet, dan bisa banget buat nemenin bobo…hihihihi.

Daftar lagu Romantis sepanjang masa :

Abdul and the coffe theory – Beauty is You

Anang & Ashanty – Makin Aku Cinta

Anang & Krisdayanti – Dilanda Cinta

Anang & Krisdayanti – Cinta Bukan Kenangan

Andra & The Backbone – Sempurna

Audy feat Glen Fredly – Terpesona

Back Street Boys – As Long As You Love me

BCL feat Christian Bautista – Tetaplah di hatiku

BCL feat Ari Lasso – Aku dan Dirimu

Bunga Citra Lestari – Cinta Sejati

Bruno Mars – Just The Way You Are

Bon Jovi – Always

Bon Jovi – Thank You for loving Me

Chrisye – Untukku

Celine Dion feat R. Kelly – I’m Your Angel

Celine Dion feat Peabo Bryson – A Whole New World

Christian Bautista – The Way You Look at Me

Christian Bautista feat Sarah Geronimo – Please be Careful with My Heart

Christian Bautista – Since I Found You

Christina Aguilera – Blessed

Diana Ross feat Westlife – When You Tell Me That You Love Me

Duncan James feat Keedie – I Believe My Heart

Glen Fredly feat Red – You are My Everything

Harvey Malaiholo feat Sheila Majid – Begitulah Cinta

Indra Lesmana feat Nania – Sedalam Cintaku

Jim Brickman feat Jordan Hill – Destiny

Jim Brickman feat Martina Mcbride – Valentine

Jojo – Forever in My Life

Joy Enriquez – How Can I Not Love You

Judika  – Cinta Satukan Kita

Judika feat Duma Riris – Sampai Akhir

Kahitna – Menikahimu

Lea Salonga feat Brad Kane – We Could be in Love

Ligua – Tak kan Habis Cintaku

Mariah Carey – Always be My Baby

Mikha Tambayong – Cinta Pertama

Marc Anthony feat Tina Arena – I Want to Spend My Lifetime Loving You

Phill Collin – You’ll be in My Heart

Sherina – Cinta Pertama dan Terakhir

Sierra Soetodjo – Thank You Love

Sierra Soetodjo – The Only One

Sierra Soetodjo – You

Ten 2 Five – I will Fly

Trio Libels – Aku Suka Kamu

Ungu feat Andien – Saat Bahagia

Ungu feat Rossa – Ku Pinang Kau dengan Bismillah

Vidi Aldiano – Nuansa Bening

Vina Panduwinata – Aku Makin Cinta

Vina Panduwinata – CINTA

Westlife – Nothing’s Gonna Change My Love for You

White Shoes and The Couple Company – Tentang Cinta

 

***Bersambung***

 

 

penelusuran hati

Maaf kemarin telah banyak mengecewakan kalian…teman, sahabat jauh jauh datang dari Papua pun tak ku temui….entah kenapa beberapa bulan belakangan ini saya merasa nyaman dengan diri sendiri… bukan karna tak butuh yang lain, u know what…itu hal yang berbeda…

“nyaman” itu datang dari dalam…sedangkan senang, bahagia dan lain sebagainya bisa saja dirasakan dengan refleksi tubuh kita…beberapa bulan ini aku mencari rasa “nyaman” itu.karna .entah kenapa semua kebahagian terasa semu…

Banyak hal yang membuat hati ini “kering” tapi ternyata satu hal yang terpenting dari itu semua, Aku menjauh dari – Nya..

Setelah resign dari PT SSI tgl 22 Februari kemarin, aku mulai mendekati diri dengan Sang Maha Kuasa…hasilnyaaaa…nyaman 🙂

Meski begitu, aku tak tahu bagaimana memperbaiki hubungan hablumminannasnya….rasa bersalah itu ada…dan belum mau pergi..

:(:

Aneh rasanya ga punya temen curhat…

Dan akhirnya ngerasain juga…

Bisa makin introvert kalo begini caranya…. 

and now i;ll listening…dont speak

Tak Ada Judul

Entah sudah berapa lama namanya ku sebut..

orang yang ga pernah pindah…tepatnya aku tak pernah memindahkan dia dari posisinya semula.

Entah kenapa…seperti mengusir bayangan …MUSTAHIL…

Sudah ku coba dengan yang lain, tapi bayangmu selalu ada…

Ahh…padahal kalau kamu baca, kamu mungkin akan tertawa…

berapa lama kita pacaran??

kamu ingat??

kamu mungkin tertawa…atau sekedar tersenyum…senyum sinis

Tapi aku ingin kau tahu, . tiap kali mengingat itu semua aku merasa sedih.

Sedih karena pikiran tolol ini selalu ada di kepala..

pikiran untuk kembali bisa bersamamu lagi..

Terlalu berbeda kah kita??

Terlalu salahku aku yang dulu??

Terlalu hambarnya kah perasaan mu saat ini …setelah di tinggal orang terkasih?

Saat kau mengatakan tak suka ketika aku hanya menyinggung masa lalumu dengan dia, kau sangat marah…

Tahukah kau…itu membuatku sedih, aku sedih karna melihatmu sedih,..

sedih yang kau sembunyikan dalam marahmu…

Tapi apa bisa kau tak marah atau senyum (sinis) saat aku ajak bicara?

Itu benar- benar mebuatku hampir gila.

Kamu tahu…?, diluar sana banyak lelaki baik yang rela kakinya menjadi kepala dan kepalanya menjadi kaki hanya karna ingin aku hidup bersamanya?

Kamu tahu…? Berapa lelaki yang menangis ketika aku mengatakan bahwa kau masih ada dihatiku dan aku tak bisa mengusirmu?

Kau tahu…? Seberapa tersiksanya aku ketika menyakiti orang yang benar-benar menyayangiku…

Aku bisa saja …

membencimu yang tak pernah peduli dengan perasaanku

Bisa saja aku membencimu karna kau selalu memilih yang lain..

dan membencimu karna kau selalu sinis padaku…

bisa …kau tahu…itu bisa saja terjadi, tapi mungkin hanya beberapa saat…

dan kemudian aku mencintaimu lagi…lagi…dan cinta itu teruuuus bertambah.

Aku tak peduli lagi dengan yang lain…

Tak peduli dengan logika…

Aku hanya peduli dengan kau..

Zai….Aku harus gimana….

 

Maap ya zai… photonya diambil…:)

 

Maaf…maafkan segala kesalahan saya

Sudah 2 malam ini…mengeluarkan semua unek2…tapi belum lega juga..rasanya mau nangis sambil teriak teriak kaya di film-film…tapi ga akan mengubah semuanya…jadi buat apa…

bbm semalam dari dia yang tiba-tiba meminta maaf, benar-benar membuat semuanya menjadi kelabu…

sekarang di kantorpun masih ku baca pesannya…dan aku tak bisa terus tegar…

di saat yang sama, sahabat baik sedang merencanakan acara lamarannya…

Aaaah harusnya aku bahagia, tapi kesedihan ini mengalahkan semua kebahagiaan yang ada…

Maaf sahabat, belum bisa se antusias itu…bukan karna tak peduli…tapi kesedihan ini terlalu dalam…

aku hanya butuh waktu untuk memulihkan semua ini…secepatnya…

Ya…semoga secepatnya… 🙂

Cerita Bersambung part 1

Semilir angin pantai menyapa lembut setiap helai rambut yang ku biarkan tergerai. Aku menikmatinya sebagai pelukan lembut dari Tuhan yang Maha Baik. Dia telah mempertemukanku dengan seorang pemimpin dalam keluarga kecil yang kini sedang ku bina. Priaku.

***

“Cheeeeerrrs……!!!!” peraduan gelas di salah satu coffee shop di jakarta.

“Gila ya ni kopi enak banget, gue yakin se yakin yakinnya kalo malam ini gue ga bakal bisa tidur nih…” ucap Bian.

“Enak siii… tapi kurang makanan kecilnya nih, gue pesen deh…” ucap keke sambil memanggil pelayan dan mulai memesan snack satu per satu yang ada dalam daftar menu.

“Asiiik…dibayarin kan Ke?? Ucap Dendra sambil menyikut pinggang Keke.

“Hmmm… kebiasaan  banget si Dendra…jangan mau Ke…biar dia suruh bayar sendiri…Tapi gue dan Bian lu bayarin yaaa…” ucap ku sambil senyum.

Pernyataan ku tadi sontak membuat Aku, Keke dan Bian tertawa sedangkan Dendra hanya mengulum senyumnya.

Di tempat ini aku dan sahabat-sahabatku berkumpul untuk sekedar melepaas lelah dan penat setelah senin – jumat bekerja dan berkelut dengan kejamnya kehidupan.

Beberapa jam kemudian para lelaki sahabatku itu datang satu per satu.

Tyo dengan model rambutnya yang mengikuti gaya rambut artis tempo dulu –Belah tengah- dateng dengan paling santai di dunia. Bahkan aku dan sahabatku yang lain pernah berhalusinasi tentang Tyo. Bila dia terjebak dalam kebakaran pun, dia tetap akan berjalan santai. Lelaki satu ini memang unik. Dia tidak pernah terlihat merasa khawatir.  Justru itu yang mebuat Keke betah beralam-lama pacaran dengannya. Usia kisah kasih mereka pun sudah jalan 6 tahun yang dimulai sejak SMP.

“Lagi arisan ya ibu-ibu??” tanyanya kikuk.

Entah kenapa itu membuat aku dan sahabat=sahabatku justru malah tertawa riang dan membiarkan Tyo dengan wajah bingungnya.

Setelah beberapa menit Rizki dan Boy datang .

“Wiiih udah rame nih..” sapa Rizki sambil membuka jaket motornya.

Dendra langsung menepuk kursi disampingnya agar Rizki duduk disebelahnya.

Sedangkan Boy langsung ambil kursi dan duduk diantara aku dan Bian tanpa sepatah katapun.

Aku dan sahabatku sudah sangat mengerti tabiat Boy yang memang usianya masih dibawah aku, sahabatku, juga Tyo dan Rizki. Jadi, begitu dia datang kami lah yang mencoba membuka salam  padanya agar dia merasa dihargai.

“Loh…kurang lengkap ni…pacarnya Meira mana? Tanya Tyo.

“ Oh adaaaa…” jawabku sekilas.

“Iya mana…udah keburu pulang nih kita “

“ Dia ga dateng malam ini…masih di simpan Tuhan.”ucapku sambil tersenyum.

“Huuuh keburu w nikah ini sih Mei….” Pukul pelan Keke pada ku.

Sahabat-sahabatku dan para pacarnya pun mulai turut menimpali obrolan Tyo dan Aku sampai akhirnya kami pulang. Aku pulang dengan menumpang mobil Boy yang tentunya sudah mendapat izin dari Bian. Sedangkan Dendra – Rizki dan Keke –Tyo sudah melaju dengan sepeda motornya masing-masing.

Setibanya dirumah, obrolan penutup di coffe shop tadi membuatku berfikir untuk memiliki seorang pacar. Saat lamunanku sudah melayang jauh tiba-tiba handphone ku berdering.

Sejenak ku lihat namanya “Rizki pacarnya Dendra”. Dengang enggan ku angkat dan mulai ku sapa.

“Halo Ki…”

“Halo Mei…lu dah tidur?”

“Belom…kenapa?”

“Lagi bengong ya mikirin kapan punya pacar?” tanyanya sambil tergelak.

“Ga qo…”jawabku agak kesal karna ketahuan.

“Maaf ya Mei… gue ga tau kenapa ngerasa ngerti banget perasaan lu..pasti ga enak ya tadi jadi bahan olokan”

“Oh it’s okay…” jawab ku singkat.

“ Gue juga ngerasa bahwa lu ga akan kesal karna pasti lu ga terlalu mempermasalahkan itu”

“hmmm…”

“Tapi ga tau kenapa gue ngerasa bahwa lu sudah saatnya mendapatkan pacar atau kalo lu ga mau pacar, paling ga calon suami..gue mau bantu lu..lu mau?” Jelas Rizki panjang lebar yang ternyata mau menjodohkan ku dengan salah satu teman SMPnya yang dulu dia kenal sebagai pria baik dan siap menikah.

“Ohhh..”

“Qo Cuma Ooh… mau ga ?kenal dlu ja..klo ga cocok ya gapapa..gue ga maksa lu harus jadian sama dia qo..”

“Okey..” jawabku singkat asal.

“Bener nih? Klo gitu sabtu pas kita ke Garut w bawa dia ya…”

“Terserah..”

“Yaaah qo terserah…mau ga? Kan gue ga enak kalo ngajak dia tapi di cuekin sama lu…”

“Yaudah bawa ajah tuh orang… nanti w temenin dia…”jawabku mulai kesal.

“Okeey…sampai ketemu sabtu ya Mei…” sapanya riang.

“Okey..”jawabku malas.

Setelah percakapan selesai  aku merasa menyesal. Karna aku baru ingat kalau rencanku ke Garut adalah mengajak sahabatku. Aku langsung menekan  tombol panggil ke Rizki untuk menolak pertemuan dengan temannya tapi sedetik kemudian ku urungkan niatku. Dalam hati aku berkata “Move on Mei…Move on..”

***

Selasa malam Fahmi menghubungi ku.  Fahmi adalah sahabatku sejak SMA, dia tahu betul mengenai isi hati ku yang sebenarnya . Hatiku yang masih berjuang melepaskan diri dari jeratan cinta masa lalu. Kegundahanku mengenai pertemuan dengan temannya Rizki pun tak luput tercurah semua di malam itu. Dia mencoba memberi saran agar aku mau menemui dan mengajak orang baru bicara. Setelah aku berjanji untuk mencoba, akhirnya ia pun bercerita tentang perjalanannya mendapatkan pengakuan komunitas bahwa ia memiliki hobi seriusnya. Memotret. Malam itu kami bertukar cerita sampai larut dan tertidur .

***

“Udah sore aja ya….cepet banget…tau-tau besok weekend…yeaaay….” ucap Mba Dewi sambil merapikan meja kerjanya.

Mba dewi adalah rekan kerjaku, meja kerjanya persis di samping meja kerjaku. Dia sudah menikah setahun yang lalu namun sampai saat masih belum dikaruniai seorang anak.

“weekend kamu mau kemana Mei?” Tanya Mba dewi mengagetkanku.

“Uhmmm…insyaalloh aku mau ke Garut sama sahabat-sahabatku mba…”

“Wuiiih enaknyaaaa…. Aku paling di kamar aja selama weekend…” ucapnya sambil tertawa.

“Kok dikamar aja mba?” tanyaku heran.

“Iyalah namanya juga usaha…hihihihi”

“Oooh….” Aku pun tersenyum paham kea rah mana pembicaraannya.

“Mei, mba duluan ya…udah dijemput suami ku nih…”

Aku menganggukan kepala tanda mengiyakan sampil melambaikan tangan. Aku tak balas menjawabnya karna aku masih dapat telephone dari supplier.

Seusai membereskan meja kerja ku,  aku pun bersiap menghadapi macetnya ibu kota. Setibanya di loby gedung sudah nampak jelas kemacetan Jakarta di penghujung weekday.

“Oh yaampun…macet banget..pasti naik bis pun berdiri nih” gumamku dalam hati.

“Mei…apa kabar..?” Sapa hangat seorang lelaki tampan dengan postur tubuh yang tinggi dan kulit bersih serta wangi.

“Ehmmm…baik..”jawabku ragu karna aku sendiri lupa siapa orang itu, ingin rasanya bertanya “siapa kamu?” tapi takut menyinggung perasaannya.

“Kamu mau pulang? Ke bekasi kan? Bareng aja yuk…kebetulan hari ini aku juga mau ke Bekasi..”Ujarnya.

“Oh…aku masih nunggu bis nih..” ucapku sambil masih berusaha mengingat siapa orang ini.

“Yaudah…bareng aja yu…biar aku ga suntuk juga…”

“Apa gapapa” tanyaku ragu.

“It’s okey so far you wanna follow me..hehehe”

“Okey..”jawabku sambil mengikuti langkah kakinya menuju parkiran mobil.

“Tapi maaf ya Mei…kayanya mobilnya berantakan…maklum mobil kantor, dipakai bersama…” Jelasnya.

“Kamu mau ke Bekasi mana?” tanyaku masih tanpa tahu namanya.

“Aku mau ke Bekasi Barat, kebetulan malam ini ada acara aqiqahan keponakan ku”

“Oh…kalo gitu nanti aku turun di Jatibening aja ya…”

“IIIh…ngapain, aku anterin kamu aja sampai Bekasi Timur, rumah kamu masih dibekasi Timur kan?”

“Masih..tapi qo kamu tahu rumahku di Bekasi Timur?”tanyaku was was.

“Kan dlu kamu pernah cerita waktu kita makan siang bareng d food court..”

“Oh iya ya? Heheheh aku lupa kalo pernah cerita..”

“Mei, besok kamu ada acara gak..?” tanyanya.

“Besok aku mau ke Garut sih..ada acara sama temen..”

“Oh…kirain free…”ucapnya kecewa.

“Emang kenapa?”

“Tadinya aku mau minta tolong sama kamu tuk temenin aku ke acara temen…but it’s okey if you can’t” jelasnya.

“Oh…kamu harus buat schedule dlu kalo mau ajak aku jalan…hehehhee”ucapku tanpa beban.

“Oh begitu..? hahahhaa” tawanya geli.

“Terus kalo aku mau buat janji harus hubungi siapa?” tanyanya.

“Loh…kamu belum tau no handphone ku ya?” tanyaku.

“Itu dia…aku lupa kalo waktu kita kenalan belum tukeran no hanphone…”Ucapnya malu.

Jadi…kamu itu siapa wahai lelaki tampan? Ucapku dalam hati. Kami pun terus mengobrol selama perjalanan pulang. Semua topic pembicaraan kami bahas, mulai dari pembahasan ringan sampai berat. Selama itu pula kami sesekali tertawa terbahak-bahak karna membicarakan trend topik yang lucu, kadang sesekali emosi karna membicarakan masalah politik dalam dan luar negeri. Kami terus bicara untuk menghilangkan suntuk perjalanan pulang yang terasa panjang karena macet. Tapi selama itu pula aku masih saja belum ingat siapa namanya sampai sebelum memasuki gerbang Tol keluar Bekasi Timur dia sedikit membicarakan masa kecilnya, dan di situ dia menyebutkan namanya panggilan sewaktu dia kecil. Ah akhirnya, aku ingat namanya. Arbi Dwika Rahardian. Bekerja di Lantai  12 PT Anugrah Karya Sentosa sebagai staff finance.

“kamu kenapa Mei…? Kok senyum-senyum? Ada yang lucu dari ceritaku yang tadi?”

Pertanyaannya yang banyak itu membuatku tersentak dan malu.

“Ah ga…ini…tadi tiba-tiba aku teringat sesuatu, maaf ya…”

“Oh…aku piker kamu agak gila gara-gara habis lewatin jalanan macet.” Ucapnya sambil terkekeh.

“Eh,,,sembarangan ya…hahhahaha”

Setibanya di luar gerbang tol bekasi timur aku turun dan melanjutkan perjalanan dengan menaiki ojek. Dan Arbi pun melaju menuju tujuannya.

***

“Oke semua udah lengkap nih, tinggal jalan…siap? Goooo…!!!” ucap Dendra dengan penuh semangat.

Sabtu pun tiba. Kami semua pun menjadi semangat, termasuk temannya Rizki yang diperkenalkan khusus dengan ku. Age. Dia lelaki yang tidak bisa berbaur bila belum cukup mengenal sesorang. Terlihat sangat jelas bahwa dia pemalu. Sepanjang perjalanan dia selalu berusaha memperhatikan ku. Sahabat-sahabatku memasrahkan Age padaku.

“Kalo ga suka, anggap aja temen.” Ucapnya Keke meyakinkanku.

Ucapannya itu adalah suatu peringatan, agar aku tak berlaku jahat pada orang yang tak ku suka. Keke, Dendra, dan Bian adalah saksi hidup yang tahu betul bagaimana sikapku bila dari awal aku tak suka seseorang. Mereka yang memarahiku pada saat masih di bangku sekolah aku membuang gelang pemberian dari  seorang lelaki. Lelaki itu anak kelas sebelah yang rupanya mengidolakanku sejak masuk SMP. Aku membuang gelang itu ke tempat sampah tepat didepan mata anak lelaki itu. Anak lelaki itu terlihat amat sangat kecewa dengan sikapku. Sahabat-sahabatku pun yang tak sengaja lewat dan melihat kejadian itu sontak langsung memarahiku. Mereka bilang aku sadis, tak berperasaan, tak punya hati, dan sebagainya. Aku pun mengakui kesalahanku dan meminta maaf pada anak lelaki itu pada keesokan harinya. Tentu dengan penolakan mentah-mentah. Bagiku itu bukan masalah. Pikirku saat itu  adalah aku telah meminta maaf, terserah dia mau memaafkan atau tidak.

“Kamu ga pake jaket… apa ga kedinginan? Tanya Age dengan lembut.

Oh Ya Tuhan, ini lelaki macam apa sih? Pasti melankolis? Batin ku terus bercakap sendiri tanpa menjawab pertanyaanya.

“Mau aku pinjamkan jaket?” Tanyanya lagi.

Aku hanya menggeleng dan melambaikan tangan tanda tak butuh. Pertemuan dengannya membuatku sangat menyesal kenapa tak mengajak Fahmi saja. Dalam pikirku saat itu, mungkin aku tak kan suntuk selama melewati perjalanan ini. Toh, Fahmi juga kenal dengan sahabat-sahabatku. Aku hanya mampu menghela nafas dan pura-pura mengantuk agar Age tak lagi mengajakku bicara.

***

“How bout your holiday, Nice isn’t?”  BBM Fahmi masuk.

“Not realy…” balasku.

“Why…? Garut is My Father’s live?”

“Oh ya?? Oh My…I wish I can go from here as soon as possible. Can you kidnap me?

“hahahaha ar u sure? Im at Garut too…but tomorrow I’ve go to Cipanas to take a picture.”

“Oh…”

“Ar u angry with me?”

“Ofcourse No…hehehe oke,,I wanna sleep, gut night Bul, Enjoy for tomorrowJ “

“Gut nite , sleep tight ya Bi…J “

Aku pun tersenyum. Setiap kami memanggil dengan nama kesayangan. Aku memanggilnya Pambul (Paman Gembul) karna memang ia bertubuh tinggi besar, sedangkan ia memanggilku dengan Bicung (Bibi Cungkring) karna dlu memang aku sangat cungkring alias kurus. Entah kenapa aura Fahmi begitu positif, apapun yang dia lakukan membuatku nyaman berada di sampingnya.  Saat kami jalan berdua untuk pertama kalinya, aku merasa amat sangat gugup, padahal dia bukan ingin mengajakku berkencan, tapi entahlah, aku merasa ada yang berbeda sejak saat itu. Tentang perasaanku padanya bukan hanya sekedar teman ataupun sahabat. Aku menyebutnya belahan jiwa. Pernah suatu kali aku berpikir akan menikah dengannya, karna dulu dia pernah berkata akan mengenalkan ku dengan keluarga besarnya. Tapi semua itu hanya hayalan belaka. Aku kembali teringat pada mantan kekasihku saat di SMA, Zaky namanya. Dan aku berkeluh kesah padanya. Salah ku memang kalau itu membuatnya ragu untuk mengajakku ke keluarga besarnya. Mungkin saat itu pikirnya, aku masih amat menyayangi Zaky. Terlebih lagi sikap hati-hati Fahmi dalam memilih pasangan. Maklum saja, ia pernah batal menikah dengan seorang gadis yang telah dilamarnya.

***

Keesokan paginya, aku dan sahabat-sahabatku menyebrang pulau dengan menumpangi perahu. Pulau Santolo adalah salah satu pantai indah yang hampir separuh pantainya terdiri dari karang-karang. Kami merasa sedang tidak beruntung karena pulau nan indah itu sedang mengalami kekeringan, air pantainya pun sedang surut, sehingga mudah untuk kami melihat anak-anak kepiting yang bermain-main di atas air. Surutnya air laut juga mempengaruhi suasana hati sahabat-sahabat ku, Dendra yang tiba-tiba saja merasa diacuhkan oleh Rizki karna Rizki lebih asyik memotret, Keke pun merasa kesal karena Tyo tidak bertindak apapun saat kameranya dipinjam Rizki. Boy juga berubah menjadi tidak bersemangat ketika menyaksikan pulau ini tidak sesuai dengan harapannya. Berkali-kali Bian berusaha membuat suasana hati Boy membaik, sempat sih berhasil tapi ketika Bian terdiam untuk menikmati kesurutan air laut, Boy kembali merajuk. Aku yang saat itu merasa sendiri pun merasa kesal dengan sikap mereka. Age yang saat itu pun memerhatikan sikap semuanya, mencoba mengajakku bicara. Hanya saja aku semakin malas berbicara dengannya. Ku ungkapkan kekesalanku dengan memejamkan mata di salah satu saung / bale yang sudah disediakan pihak pulau. Setengah jam kemudian aku terbangun dan merasa kaget karena aku benar-benar tertidur. Bahkan aku tak tahu sahabat-sahabatku sudah turut memejamkan mata di sampingku. Aku mulai beranjak dari tidur siangku dan turun dari saung.  Age mulai mengajakku bicara.

“Kamu tidurnya pules banget…bikin khawatir tau…” ucapnya lembut.

Dalam sekejap aku langsung emosi dan mulai memakinya dalam hati “duuh sok lembut banget sih jadi cowok…bikin ilfeel…biasa aja kali!!!”

Namun suara hati yang lain juga tak mau kalah bicara “wajar kali dia bilang gitu…saat ini kan dia memang tidak punya teman, kalau sudah tiba kembali ke Bekasi, kamu campakkan saja dia…”

“Oh,,,tidurnya mengkhawatirkan??” tanyaku ketus.

“Gimana ga khawatir, kamu kan perempuan…tidur qo yaa main tidur aja..ini kan tempat terbuka…kalau ada setan lewat kamu bias diapa-apain” jelasnya panjang lebar.

“Oh…Aku tenang karna aku yakin Alloh melindungiku qo…” jawabku masih berusa baik.

Aku mulai menoleh ke belakang dan melihat sahabatku sudah bangun satu per satu. Dan kami pun berniat untuk kembali ke penginapan dan melupakan semua kekesalan di Pulau ini.

***

“Hai….apa kabar?” BBM masuk ke handphone ku.

Ku pandangi saja tulisan itu tanpa ingin membalas. Bukan tak ingin membalas, tapi aku takut membalas, Aku takut bila aku membalas BBMnya, Aku jatuh cinta lagi padanya. Sulit bagiku untuk menahan rasa padanya, Jarak dan waktu terbukti bukan cara ampuh melupakan perasaan yang masih tersimpan selama 4 tahun.

Saat ini aku duduk dipantai ditemani Age. Kami pergi berdua hanya untuk member ruang dan waktu untuk sahabat-sahabatku berkencan. Rasanya menyebalkan sekali menjadi jomblo pada saat begini. Ditambah lagi BBM dari mantan yang sangat membuatku ingin teriak.

“Aku boleh cerita sama kamu?” Tanya Age

“Cerita aja…”jawabku ringan.

Beberapa saat Age cerita panjang lebar mengenai jati dirinya dan pendapat pribadinya mengenai diriku. Aku dapat mendengar suaranya saat bercerita, tapi aku benar-benar tak bisa menjawab beberapa pertanyaan ringan yang sesekali dilemparkan padaku. Itu semua dikarenakan pikiranku masih berlari jauh menerawang ke mantan ku, Zaky.

“Kamu kayanya ga tertarik sama ceritaku ya…?” Tanya Age kecewa sambil terlihat berusaha tegar.

“Ehmmm…. Maaf..”

“Jadi kamu mau ga kalau kita mencoba untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius? Tanya Age serius.

“Terserah…” jawabku tanpa berpikir.

“Oke kalo gitu aku anggap kalau jawabanmu adalah iya…” ucapnya sambil berusaha mencari mataku di tengah sinar rembulan.

Aku hanya terpaku atas apa yang Age bicarakan. Tapi kata sudah terlanjur terucap, sudahlah, biar waktu yang akan menjelaskan padanaya.

***

“Hai Mei…gimana liburannya?”

Suara pria tampan gumamku. Aku menoleh ke samping dan mencari asal suara itu.

“Oh, nice…so far so good…” jawabku sambil tersenyum.

Lunch bareng yuk…” ajak Arbi.

Aku menganggukkan kepala sambil terus mengikuti langkah kakinya yang jenjang.

Sewaktu Aku dan Arbi makan siang, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Age.

“Assalamualaikum…kamu udah istirahat?” tanyanya.

“Udah nih lagi makan.”jawabku singkat.

“Ohh…aku ganggu ya?” tanyanya tak enak hati.

“Lumayan..”jawabku singkat sambil mempercepat makan.

“Yaudah, nanti aku telephone lagi ya…?”

“Oke…”jawabku singkat sambil terburu-buiru mengakhiri pembicaraan.

Arbi yang melihat cara makan ku yang semakin cepat tertawa.

“Kenapa? Ada yang lucu?” tanyaku heran.

“Kamu di telephone siapa sih tadi? Qo makan kamu jadi cepet-cepet gitu…hati – hati keselek…” tanyanya sambil tersenyum.

“Ya Tuhan….senyumnya manis sekali.” Gumamku dalam hati.

“Tadi itu fans ku…” ucapku agak ragu.

“Bukan pacar?”

“Bukan, udah lama aku ga punya pacar..”

“Aku boleh jadi fans kamu juga?” tanyanya sambil menunjukkan wajah jenaka sekaligus tampannya.

“Boleh..” ucapku sambil tertawa.

Sejak saat itu aku dan arbi semakin dekat dari hari ke hari. Dia mulai membuka diri untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Mulai dari kisah masa kecilnya sampai saat ini ia bekerja. Ia terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga kecil. Ayah dan Ibunya pun terlahir sebagai anak tunggal. Ia tumbuh menjadi sosok  mandiri karena terbiasa diberikan tanggung jawab atas diri sendiri oleh kedua orang tuanya sejak di bangku SD. Ia disekolahkan di salah satu asrama terbaik  di Malang. Jawa Timur sejak SD-SMA. Kedua orang tuanya adalah pekerja aktif. Ayahnya bekerja di salah satu perusahaan terbuka yang bergerak di bidang pertanian kelapa sawit di daerah Sulawesi, sedangkan ibunya bekerja sebagai CEO di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang export-impor perlengkapan fashion di daerah Batam. Ia bercerita tentang rindunya pada orang tua yang ketika itu hanya bisa ditemui 2-3 kali dalam setahun. Begitu kuliah ia mulai hijrah ke Jakarta. Ia menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Semester awal masuk kuliah, ia melamar seorang gadis yang ia kenal sejak SMA. Namun pertunangan itu hanya berlangsung selama 2,5 bulan karena maut memisahkan. Gadis itu telah dipanggil Sang Maha Pemilik Kehidupan. Gadis itu sudah lama sakit kanker usus. Saat itu Arbi sangat terpukul dan sulit untuk memulai hubungan baru sampai di akhir semester ia kuliah, ia bertemu dengan salah satu gadis paling cantik dan sexy se-satu angkatan di kampusnya. Lely namanya. Namun usia pacaran mereka pun hanya berlangsung selama 2 bulan karena Lely ketahuan selingkuh dan memiliki 4 pacar sekaligus, ditambah kebiasaan merokok dan minum minuman keras yang sangat sulit untuk diubah darinya. Arbi dan Lely sering bertengkar hanya karna persoalan yang sama. Dengan pertimbangangan demikian, akhirnya Arbi pergi meninggalkan Lely yang tetap tak ingin putus meski sudah ketahuan selingkuh.

Aku pun begitu. Aku juga menjelaskan tentang sosok Age. Ku jelaskan padanya bahwa aku tak punya perasaan apa-apa padanya. Namun meski begituAge tetap saja menarikku masuk ke “dunianya”. Dikenalkan ke keluarga besarnya adalah salah satu hal terburuk yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku begitu takut mengecewakannya dan  juga keluarganya. Tapi Arbi punya pemikiran lain, lebih baik sakit sekarang, daripada selamanya.Ucapannya membuatku berpikir. Aku harus mengakhiri semuanya dengan Age dan memintanya agar tak lagi mengharapkan aku untuk kehidupan di masa depannya.

***

 Bersambung…

what’s a pity…you’re single !!!

aku baik-baik saja…Bebas lakukan yang aku suka..

Hidupku sangat sempurna … i’m single and very happy”

-Oppy Andaresta-Single Happy

 

Petikan lirik yang terdengar menyenangkan.

Tapi tahukan kalian beberapa hal yang sulit dilalui dan tak enak dirasakan oleh seorang single?

1. Diwaspadai

ini salah satu hal yang sering dialami oleh seorang single . Meski orang itu tampak biasa saja tetap saja beberapa pasangan seperti menghindar dari para single karna takut pasangannya direbut oleh seorang single atau beralih sendiri kepada sorang single.

2. Dicemooh

Bukan hal mustahil bahwa seorang single akan dikatakan ‘tidak laku’, ‘sok jual mahal’, sok pilih-pilih’, ‘kecentilan’,’ sok perhatian’, ‘cari muka’, pengganggu hubungan orang’, dsb. Mereka pasti pernah mengalaminya.

3. Difitnah

Ini hal yang paling ampuh untuk menyudutkan seorang single agar dibenci.

Mereka pikir …

Pasangan yang mereka agung-agungkan ke tampanan, ke tajiran, dan kebaikannya bisa selalu setia terhadap pasangannya..

Mereka pikir..

Seorang single bisa dijadikan kambing hitam agar pasangannya terlihat tetap baik, setia, dan romantis?

Mereka pikir …

Seorang single selalu tabah mendapat fitnah dari mereka yang sebenarnya selalu cemas akan hubungannya dengan pasangannya?

Aku memang single..

Apa salah bila menjaga diri agar tidak terlihat murah?

Apa salah berprinsip menunggu adalah yang terbaik?

Apa salah bila sampai masanya masih belum di berikan kepercayaan menjadi istri, dan ibu dari anak-anaknya…?

Apa salahnya seorang single sampai harus selalu jadi ‘pelarian’?

Little black dress

“I can always have dreams. I can always challenge something. But I always end up looking for the obstacles and the negatives that will decrease my desire to do anything. And in the end, the results would always be the same, “Impossible to challenge”.My dreams were limited to glamorous image, and I was too afraid to make them real.And this is the excuse to why I have been wasting my days to this age, without having detailed plans for my future.”[Pg. 244, My Black Mini Dress, Book 1]

Sinopsis little black dress

http://imapuspita.com/tag/little-black-dress/

Previous Older Entries

Follow me

Senja Datang

  • 99,689 hits